Kamis, 26 Oktober 2017

Komponen-Komponen Kurikulum

Komponen-Komponen Kurikulum
            Setiap kurikulum yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum-sebelumnya hingga saat ini dalam penyempurnaan, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen evaluasi, prinsip, metode maupun model pengembangan kurikulum. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada, maka disusunlah kurikulum yang baru yang diharapkan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman pada saat ini. Bagaimana ketrkaitan dari berbagai komponen tersebut dalam suatu kurikulum ?
Dari kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Dari kelima komponen tersebut dapat kita jelaskan sebagai berikut :
Ø  Komponen Tujuan
Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistrm Pendidikan Nasional, bahwa : ” Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”..Tujuan pendidikan nasional yang merupakan pendidikan pada tataran makroskopik, selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang sekolah atau satuan pendidikan tertentu.
Ø  Komponen Materi
Dalam menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme) penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis. Dalam materi pembelajaran hendaknya yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa . isi dari dari kurikulum tersebut menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pembelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap materi pembelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
Ø  Komponen Strategi / metode  pembelajaran
Strategi dan metode merupakan komponen ketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum. Bagaimana bagus dan idealnya tujuan yang harus dicapai tanpa strategi yang tepat untuk mencapainya, maka maka tujuan itu tidak mungkin dapat tercapai. Strategi meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sejalan dengan pendapat diatas, T. Rajakoni mengartikan strategi pembelajaran sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari kedua pengertian diatas, ada dua hal yang patut kita cermati. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan atau strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian penyusunan langkah – langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
Upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal, dinamakan metode. Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bisa jadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. Misalnya untuk melaksanakan strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada a plan of operation achieving something, sedangkan metode adalah a way in achieving something.
Istilah lain juga yang memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). Sebenarnya pendekatan berbeda dengan strategi maupun metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Roy Killen (1998) misalnya, mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered approach). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiry serta strategi pembelajaran induktif. Dengan demikian, istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karena itu, strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu.
Ø  Komponen Organisasi kurikulum
Beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum, yaitu:
1.  Mata pelajaran terpisah (isolated subject); kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik, semua materi diberikan sama
2.  Mata pelajaran berkorelasi; korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu.
3.  Bidang studi (broad field); yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan “core subject”, dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut.
4.  Program yang berpusat pada anak (child centered), yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata pelajaran.
5.  Inti Masalah (core program), yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah, dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi.
6.  Ecletic Program, yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik.
Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu, yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Di samping itu, untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri.
Ø  Komponen Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum. Melalui evaluasi, dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak, dan bagian – bagian mana yang harus disempurnakan. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Kedua fungsi tersebut menurut Scriven (1967) adalah evaluasi sebagai fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif. Evaluasi sebagai alat untuk melihat keberhasilan pencapaian tujuan dapat dikelompokkan kedalam dua jenis, yaitu tes dan nontes.
Refrensi :
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.



             

34 komentar:

  1. Perubahan ke kurikulum 2013 merupakan hasil evaluasi yang menjadi salah satu komponen kurikulum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pak, semakin sering melakukan evaluasi maka akan semakin baik penyempurnaan kurikulum

      Hapus
  2. Beberapa komponen merupakan sebuah langkah untuk penyempurnaan dalam proses pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pak dengan adanya penyempurnaan kurikulum maka tujuan pendidikan akan tercapai

      Hapus
  3. Komponen kurikulum 2013 menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, mari mbak kita laksanakan kurikukum sesuai dengan kebutuhan peserta didik

      Hapus
  4. komponen kurikulum merupakan sebuah sistem yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya yang merupakan pedoman untuk mencapai tujuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap komponen tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya

      Hapus
  5. Kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorganisasikan kurikulum

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan adanya kurikulum dapat memudahkan tenaga pendidik dalam menjalakan tugas sebagai tenaga pendidik.

      Hapus
  6. komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju, kurikulum harus dilakukan evaluasi dan disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini

      Hapus
  7. Dan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen.Komponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji buku kurikulum lembaga pendidikan itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, setiap komponen tersebut berkaitan dan memiliki keterikatan dan fungsi masing masing sesuai porsinya

      Hapus
  8. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Evaluasi pelaksanaan dalam sekolah dapat dilaksanakan persemester maupun pertahun ajaran

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi atau bahan ajar; (3) strategi, mengajar; (4) organisasi kurikulum; (5) evaluasi dan (6) penyempurnaan pengajaran. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Komponen merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap komponen memiliki porsi dan fungsi sesuai dengan bagiannya dan memiliki keterkaitan

      Hapus
  14. Dengan menggunakan strategi yang tepat dan akurat proses belajar mengajar dapat memuaskan pendidik dan peserta didik khususnya pada proses transfer ilmu yang dapat ditangkap para peserta didik

    BalasHapus
    Balasan
    1. strategi dalam komponen kurikulum memang sangat penting agar arah pendidikan terarah

      Hapus
  15. semua komponen yang di jabarkan memiliki fungsi masing2 untuk pembuatan suatu kurikulum yang lebih baik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. penyempurnaan kurikulum bertujuan untuk menyeimbangkan kemajuan iptek yang berkembang di zamannya

      Hapus
  16. Nah, perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen evaluasi, prinsip, metode maupun model pengembangan kurikulum.😊

    BalasHapus
  17. Komponen diatas saling berkaitan dalam mengembangkan kurikulum

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan memiliki porsi dan fungsinya masing masing

      Hapus
  18. Komponen diatas saling berkaitan dalam mengembangkan kurikulum

    BalasHapus
  19. Setiap komponen kurikulum memiliki peran nya masing masing tergantung bagaimana cara guru menerapkan nya dalam proses pembelajaran

    BalasHapus
  20. Nah, pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum.😊

    BalasHapus
  21. Komponen kurikulum sangat bermanfaat bagi sekolah dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pak, dengan adanya komponen tersebut maka arah dan tujuan pendidikan semakin lebih baik

      Hapus
  22. Sebuah kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi.Kesesuaian ini meliputi dua hal, pertama kesesuaian kurikulum tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat.Kedua, kesesuaan antara komponen-komponen kurikulum, yaitu sesuai dengan isi dan tujuan, demikian juga dengan evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.

    BalasHapus

Evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di Sekolah Dasar

EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Evaluasi kurikulum pada dasarnya adalah sebagai suatu proses menggumpulkan berbagai informas...