Komponen-Komponen Kurikulum
Setiap kurikulum
yang telah berlaku di Indonesia dari periode sebelum-sebelumnya hingga saat ini
dalam penyempurnaan, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang
terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan
dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen evaluasi, prinsip,
metode maupun model pengembangan kurikulum. Untuk memperbaiki kekurangan yang
ada, maka disusunlah kurikulum yang baru yang diharapkan akan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman pada saat ini. Bagaimana ketrkaitan
dari berbagai komponen tersebut dalam suatu kurikulum ?
Dari kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang
sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Dari kelima komponen tersebut dapat
kita jelaskan sebagai berikut :
Ø Komponen Tujuan
Dalam perspektif pendidikan
nasional, tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistrm Pendidikan Nasional, bahwa : ”
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab”..Tujuan pendidikan nasional yang merupakan pendidikan
pada tataran makroskopik, selanjutnya dijabarkan ke dalam tujuan institusional
yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang
sekolah atau satuan pendidikan tertentu.
Ø
Komponen Materi
Dalam menentukan materi
pembelajaran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan
dikembangkan. Seperti telah dikemukakan di atas bahwa pengembangan kurikulum
yang didasari filsafat klasik (perenialisme, essensialisme, eksistensialisme)
penguasaan materi pembelajaran menjadi hal yang utama. Dalam hal ini, materi
pembelajaran disusun secara logis dan sistematis. Dalam materi pembelajaran
hendaknya yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa
. isi dari dari kurikulum tersebut menyangkut semua aspek baik yang berhubungan
dengan pengetahuan atau materi pembelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi
setiap materi pembelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
Ø
Komponen Strategi
/ metode pembelajaran
Strategi
dan metode merupakan komponen ketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini
merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan
dengan implementasi kurikulum. Bagaimana bagus dan idealnya tujuan yang harus
dicapai tanpa strategi yang tepat untuk mencapainya, maka maka tujuan itu tidak
mungkin dapat tercapai. Strategi meliputi rencana, metode dan perangkat
kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sejalan dengan
pendapat diatas, T. Rajakoni mengartikan strategi pembelajaran sebagai pola dan
urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari
kedua pengertian diatas, ada dua hal yang patut kita cermati. Pertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam
pembelajaran. Ini berarti penyusunan atau strategi baru sampai pada proses
penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun
untuk mencapai tujuan tertentu. artinya, arah dari semua keputusan penyusunan
strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian penyusunan langkah – langkah
pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya
diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
Upaya untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai
secara optimal, dinamakan metode. Ini berarti metode digunakan untuk
merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, bisa jadi satu
strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. Misalnya untuk melaksanakan
strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab
atau bahkan diskusi dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia termasuk
menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, strategi berbeda dengan
metode. Strategi menunjuk pada a plan of operation achieving something,
sedangkan metode adalah a way in achieving something.
Istilah lain juga yang memiliki kemiripan
dengan strategi adalah pendekatan (approach). Sebenarnya pendekatan berbeda
dengan strategi maupun metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak
atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Roy Killen (1998) misalnya,
mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat
pada guru (teacher centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada
siswa (student centered approach). Pendekatan yang berpusat pada guru
menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction),
pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiry serta
strategi pembelajaran induktif. Dengan demikian, istilah pendekatan merujuk
kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat
umum. Oleh karena itu, strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat
bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu.
Ø
Komponen Organisasi
kurikulum
Beragamnya pandangan yang mendasari
pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan
kurikulum. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum, yaitu:
1. Mata
pelajaran terpisah (isolated subject); kurikulum terdiri dari sejumlah
mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan
dengan mata pelajaran lainnya. Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan
tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik, semua
materi diberikan sama
2. Mata
pelajaran berkorelasi; korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi
kelemahan-kelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. Prosedur yang
ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna
memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu.
3. Bidang studi
(broad field); yaitu organisasi kurikulum yang berupa
pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang
sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Salah satu
mata pelajaran dapat dijadikan “core subject”, dan mata pelajaran lainnya
dikorelasikan dengan core tersebut.
4. Program yang
berpusat pada anak (child centered), yaitu program kurikulum yang
menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata
pelajaran.
5. Inti Masalah
(core program), yaitu suatu program yang berupa unit-unit
masalah, dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu, dan
mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya
memecahkan masalahnya. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau
analisisnya diberikan secara terintegrasi.
6. Ecletic
Program, yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum
yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik.
Kelompok-kelompok mata pelajaran
tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu,
yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. Di samping itu, untuk
memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk
kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan
pengembangan diri.
Ø
Komponen Evaluasi
Evaluasi merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum. Melalui evaluasi, dapat ditentukan
nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah
suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak, dan bagian – bagian mana yang
harus disempurnakan. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas
pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk
mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau
evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang
ditetapkan. Kedua fungsi tersebut menurut Scriven (1967) adalah evaluasi
sebagai fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif. Evaluasi sebagai
alat untuk melihat keberhasilan pencapaian tujuan dapat dikelompokkan kedalam
dua jenis, yaitu tes dan nontes.
Refrensi :
Tim Pengembang
MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran.
Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Indonesia.
Perubahan ke kurikulum 2013 merupakan hasil evaluasi yang menjadi salah satu komponen kurikulum.
BalasHapussangat setuju pak, semakin sering melakukan evaluasi maka akan semakin baik penyempurnaan kurikulum
HapusBeberapa komponen merupakan sebuah langkah untuk penyempurnaan dalam proses pembelajaran
BalasHapussangat setuju pak dengan adanya penyempurnaan kurikulum maka tujuan pendidikan akan tercapai
HapusKomponen kurikulum 2013 menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas
BalasHapussetuju, mari mbak kita laksanakan kurikukum sesuai dengan kebutuhan peserta didik
Hapuskomponen kurikulum merupakan sebuah sistem yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya yang merupakan pedoman untuk mencapai tujuan
BalasHapussetiap komponen tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya
HapusKurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorganisasikan kurikulum
BalasHapusdengan adanya kurikulum dapat memudahkan tenaga pendidik dalam menjalakan tugas sebagai tenaga pendidik.
Hapuskomponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...
BalasHapussangat setuju, kurikulum harus dilakukan evaluasi dan disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini
HapusDan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen.Komponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji buku kurikulum lembaga pendidikan itu.
BalasHapussetuju, setiap komponen tersebut berkaitan dan memiliki keterikatan dan fungsi masing masing sesuai porsinya
HapusDalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Evaluasi pelaksanaan dalam sekolah dapat dilaksanakan persemester maupun pertahun ajaran
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi atau bahan ajar; (3) strategi, mengajar; (4) organisasi kurikulum; (5) evaluasi dan (6) penyempurnaan pengajaran. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomponen merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
BalasHapussetiap komponen memiliki porsi dan fungsi sesuai dengan bagiannya dan memiliki keterkaitan
HapusDengan menggunakan strategi yang tepat dan akurat proses belajar mengajar dapat memuaskan pendidik dan peserta didik khususnya pada proses transfer ilmu yang dapat ditangkap para peserta didik
BalasHapusstrategi dalam komponen kurikulum memang sangat penting agar arah pendidikan terarah
Hapussemua komponen yang di jabarkan memiliki fungsi masing2 untuk pembuatan suatu kurikulum yang lebih baik lagi
BalasHapuspenyempurnaan kurikulum bertujuan untuk menyeimbangkan kemajuan iptek yang berkembang di zamannya
HapusNah, perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut dapat berasal dari landasan, komponen evaluasi, prinsip, metode maupun model pengembangan kurikulum.😊
BalasHapusKomponen diatas saling berkaitan dalam mengembangkan kurikulum
BalasHapusdan memiliki porsi dan fungsinya masing masing
HapusKomponen diatas saling berkaitan dalam mengembangkan kurikulum
BalasHapusSetiap komponen kurikulum memiliki peran nya masing masing tergantung bagaimana cara guru menerapkan nya dalam proses pembelajaran
BalasHapusNah, pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum.😊
BalasHapusKomponen kurikulum sangat bermanfaat bagi sekolah dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainya...
BalasHapussangat setuju pak, dengan adanya komponen tersebut maka arah dan tujuan pendidikan semakin lebih baik
HapusSebuah kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi.Kesesuaian ini meliputi dua hal, pertama kesesuaian kurikulum tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat.Kedua, kesesuaan antara komponen-komponen kurikulum, yaitu sesuai dengan isi dan tujuan, demikian juga dengan evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.
BalasHapus