Senin, 30 Oktober 2017

Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar

Implementasi Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar
Berdasarkan survey yang dilakukan di salah satu SD Negeri  Kota jambi di salah satu sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013, saya mendapatkan  pengalaman yang berharga baik dari segi pengimplementasian kurikulum 2013  serta kendala-kendala yang dihadapi sesama tenaga pendidik dalam melaksanakan kurikulum 2013 di sekolah. Dalam kesempatan ini  mari kita membahas tentang pengimplementasian kurikulum 2013.  Dalam pembahasan ini jika terdapat kekurangan dan kesalahan dalam isi marteri, saya penulis meminta saran dan kritikan dari pembaca agar kita mendapatkan pembelajaran dari pembahasan ini.
A. Latar Belakang
Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberhentikan Kurikulum 2013 karena dinilai masih kurang sempurna. Pemberhentian itu diatur dalam Peraturan Menteri nomor 159 tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 yang dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014. Pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan K-13 sampai benar-benar siap digunakan di semua jenjang pendidikan.
Setelahnya, pada awal tahun 2016, kurikulum 2013 dinyatakan sudah selesai revisi dan akan disosialisasikan sebelum bulan Juli 2016. Dengan selesainya revisi kurikulum 2013 ini, pelaksanaan akan berlangsung secara bertahap. Artinya, dalam pelaksanaan tahun pelajaran 2016/2017, masih akan terjadi dualisme implementasi kurikulum, yaitu, KTSP 2006 dan K13. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Kurikulum 2013, penekanan pada sekolah dasar diarahkan dalam aspek keterampilan siswa. Secara teori, apa yang diinginkan dalam kurikulum 2013 memang sangat bagus. Akan tetapi, dalam pelaksanaan kurikulum ini, masih sangat banyak pendukung-pendukung yang belum memadai dan dipersiapkan dengan matang.
B. Pengertian Kurikulum

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.

C. Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 sudah dilaksanakan secara terbatas di beberapa sekolah sasaran (pelaksana kurikulum 2013) pada tahun pelajaran 2013/2014. Guru dan kepala sekolah di sekolah ini sudah dibekali melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) implementasi kurikulum 2013, sekaligus telah disediakan pula buku-bukunya.
Tahun pelajaran 2014/2015 ini, jumlah sekolah yang akan melaksanakan kurikulum 2013 bertambah berkali lipat. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 lalu jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 sangat terbatas (hanya sekolah sasaran), tahun pelajaran 2014/2015 seluruh sekolah harus melaksanakan (untuk SD kelas I, II, IV, V). Para guru kelas yang akan melaksanakan kurikulum tersebut sudah mengikuti pelatihan. Apa istimewanya Kurikulum 2013 terutama untuk Kurikulum Sekolah Dasar? Di samping masih ada perbedaan yang lain, setidaknya ada tiga ciri khusus yang membedakan (dan harus dibedakan) kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya (KTSP) dalam pembelajaran. Berikut adalah sekilas tentang ketiga ciri dimaksud.
Pembelajaran tematik-integratif. Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran tematik-integratif untuk seluruh jenjang kelas, Ini berbeda dengan penerapan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, yang hanya menerapkan pembelajaran tematik (hanya tematik, tanpa tambahan integratif) pada siswa kelas I – III. Sedangkan untuk kelas IV – VI, pembelajarannya berbasis mata pelajaran.
Pendekatan saintifik. Berbeda dengan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya, pada kurikulum 2013, pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik (ilmiah) dalam pembelajaran dimaksudkan bahwa pembelajaran harus didasarkan pada fakta, bukan sekadar kira-kira. Dalam praktiknya, pembelajaran ini meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, menarik kesimpulan, mengomunikasikan.
Penilaian autentik. Penilaian yang digunakan dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik. Yakni penilaian yang menampilkan tugas atau situasi yang sesungguhnya yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan esensial yang bermakna; menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap).  Penilaian ini mencakup penilaian proses, penilaian produk, dan penilaian sikap.
Format Penilaian Kompleks. Selain dari sisi materi yang diterima siswa, kita juga bisa melihat teknik penilaian dalam kurikulum 2013 yang sangat kompleks mulai dari penilaian sikap, penilaian produk, dan lain sebagainya. Penilaian ini harus dilakukan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal ini pastinya menuntut guru untuk melihat satu-persatu apa yang dilakukan oleh siswa, agar nilai dapat benar-benar valid. Hal yang diharapkan memang bagus, tapi apakah akan efektif dan bisa dilakukan oleh semua guru se-Indonesia? Pertanyaan ini pastinya sudah sering diutarakan oleh banyak pihak, termasuk guru itu sendiri. Dengan sistem penilaian semacam ini, yang banyak terjadi adalah praktik “mengaji” atau mengarang biji (nilai). Guru cenderung lebih memilih cara praktis dalam menilai siswa yang mereka ajar. Yang terpenting bagi mereka adalah apa yang akan dijadikan laporan pembelajaran bisa ditulis dalam sebuah rekapitulasi hasil laporan penilaian. Meskipun mungkin, tanpa melihat proses yang dilakukan.
Mengacu pada permasalahan-permasalahan tersebut, pastinya pemerintah harus mengubah atau paling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013. Jika yang ingin dicapai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak diharapkan pada sekolah dasar, akan lebih baik jika dalam segi penilaian juga tidak terlalu dipusingkan dengan format-format penilaian yang menyulitkan.
Selain itu, dalam tuntutan ilmu, pemerintah juga harus menerima risiko yang terjadi jika dalam aspek pengetahuan, akan mengalami penurunan karena yang ditekankan pada kurikulum 2013 adalah aspek keterampilan. Jangan sampai pemerintah melaksanakan kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaan ujian atau kompetisi yang diadakan oleh dinas, malah cenderung pada aspek pengetahuan. Komitmen dan konsistensi pemerintah dalam kesuksesan kurikulum 2013 sangat dibutuhkan.
D. Kendala Dalam Implementasi Kurikulum 2013
Pengetahuan Dangkal Dalam penerapan kurikulum 2013, semua mata pelajaran diaduk menjadi satu tema dalam konsep tematik. Tidak muncul nama satu mata pelajaranpun dalam kurikulum 2013. Penyampaian materi semua mata pelajaran dilakukan secara menyeluruh dalam satu tema. Guru memang harus benar-benar menguasai cara menyampaikan materi. Yang semula terpilah dalam mata pelajaran tertentu, berubah ke tema-tema yang sudah ditentukan.Dampak yang terjadi dari pembelajaran tematik seperti ini sudah pastinya membuat pembelajaran terkesan sepenggal-sepenggal. Dari satu mata pelajaran, melompat ke mata pelajaran lain. Siswa seakan tidak merasakan perubahan mata pelajaran tersebut.
Sehingga, materi yang diajarkan dalam kurikulum 2013 menjadi dangkal. Suatu contoh, pada materi di kurikulum sebelumnya yang membahas tentang FPB dan KPK dalam mata pelajaran matematika. Materi ini bisa dikupas tuntas dalam satu Kompetensi Dasar sehingga tujuan pembelajaran pada FPB dan KPK benar-benar tercapai. Akan tetapi, pada pelaksanaan pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013, materi ini hanya sekilas dikenal oleh anak. Muaranya, anak tidak menguasai secara mendalam materi tersebut. Bisa dibayangkan jika pada semua materi, hanya disampaikan secara- sekilas-sekilas. Sudah pasti pengetahuan anak pada sebuah materi akan terasa “nanggung”.
1.      Kepala sekolah belum mengikuti diklat kurikulum 2013 sehingga pemahaman kurikulum 2013 masih kurang.
2.      Pendampingan pengawas masih belum intensif
3.      Belum memahami kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013
4.      Penilaian otentik belum sepenuhnya dipahami oleh guru
5.      Belum mengenal ragam saintifik
6.      Guru belum sepenuhnya menguasai konsep pendekatan saintifik dalam pembelajaran
7.      Guru belum sepenuhnya menguasai metode pembelajaran
8.      Penerapan hasil belajar dan pengisian buku rapor belum sempurnah, hal tersebut disebabkan oleh : 1. Banyak format yang harus diisi oleh guru oleh setiap pembelajaran, 2. Belum ada kriteria standar yang menyatakan tingkat penguasaan materi, 3. Buku rapor harus di cetak per siswa, sementara fasilitas dan sdm belum mencukupi.
E. Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
Berdasarkan uarian diatas serta hasil survey yang dilakukan dapat disimpulan bahwa implemntasi Kurikulum 2013 disekolah tersebut belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Salah satu masalah tersebut adalah masalah penilaian otentik, penilaian otentik sangat sulit dilaksanakan akibat kurangnya pemahaman tentang pelaksanaan dan struktur kutikulum 2013.
2.      Saran
Berdasarkan penulisan diatas, maka penulis menyarankan agar :
1.      preoses pembelajaran peerteaching supaya lebih diintensifkan salam setiap proses pembelajran yang akan dilaksanakan.
2.      Instrumen penilaian supaya dipersiapkan sebelum pelaksanaan pembelajaran.

Daftar refrensi :
1.         Bahan Diklat TOT calon Fasilitator Nasional Kurikulum 2013. Badan pengembangan sumber daya manusia Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.


43 komentar:

  1. Benar yg bpk katakan,pada kenyataannya,penyampaian materi pada pembelajaran seperti terpenggal antara satu mapel dan mapel lainnya,krn kurangnya ketrampilan guru dlm menyajikan,tetapi dgn adanya terus pelatihan,smga semua bisa seperti yg diharapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar bu rika, guru hanya kurang memahami saja, dengan seiring perkembangan waktu guru akan juga memahami dengan cara sosialisasi disekolah mngenai K13 ini

      Hapus
    2. sangat setuju mbak rika dengan adanya pelatihan dari berbagai pihak yang terkait dalam elemen kurikulum 2013 dapat meminimalisirkan masalah ataupun kendala yang ada pada penerapan kurikulum2013

      Hapus
  2. Memang dirasa sulit dilakukan karena k13 dipandang baru oleh guru karena sifatnya baru pemahaman terhadap k13 pun belum seutuhnya agar k13 dapat diterapkan di sekolah yang disurvey perlu peningkatan pemahaman bagi guru dan kepala sekolah melalui kegiatan terprogram satu diantaranya KKG dan perlu latihan yang serius karena penilaian yang memang membutuhkan kejelian dan ketelatenan guru agar pelaksanaan k13 berjalan seperti yang diharapkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pak, pelatihan dan kkg yang dilakukan setiap minggu dapat memberikan kontribusi yang sangat bearti dalam penerapan k13 agar semua elemen dalam k13 dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan pendidikan nasional

      Hapus
  3. Di Samping itu pendistribusian buku yang sering terlambat jg menjadi kendala bg sekolah d pedesaan.Apalagi d tempat yg tdk ada signalnya.sangat sulit untuk melaksanakannya secara maksimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar bu, sehingga perlunya kerja sama antara pihak pemerintah dan pihak sekolah (khususnya sekolah perdesaan) agar penerapan dan pelatihan K13 dapat berjalan dengan baik.

      Hapus
    2. benar bu zaitun dan ibu monik selain pendistribusian buku yg terlambat dan msih bnyk problematika lainnya yg trjadi ,,kita selayaknya guru harut lebih aktif dan profesional serta berkompeten dlam menjalankan pembeljaran brdsarkan pedoman dan acuan kita kurikulum 2013 ini,selain bkerja sma antra pihak pemrintah maupun pihak sekolah,pd dsarnya kita selaku tenaga pendidik harus sadar akan kewajiban dan tggun jwab kita untuk mau berubah mencerdaskan khidupan bangsa...

      Hapus
    3. buk zaitun; jika ditemukan permasalahan demikian maka guru harus lebih kreatif lagi dalam melaksanakan k13 agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan

      Hapus
    4. buk monik; sangat setuju buk, dengan adanya kerja sama yang baik antara semua elemen pendidikan maka semua permasalahan dapat diminimalisirkan

      Hapus
    5. buk susi; sangat setuju buk dalam k 13 jika seorang tenaga pendidik tidak aktif dan profeaional maka dalam penerapan k13 tidak akan berjalan sebagaimana mestinya

      Hapus
  4. Menurut saya penerapan kurikulum 2013 belum di jalankan secara optimal karena banyak kendala. Menurut anda bagaimana cara mengatasi kendala dalam sarana dan prasana dalam pembelajaran 2013 khususnya di daerah terpencil??

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, tenaga pendidik harus lebih aktif dalam menggali dan memanfaatkan sarana prasarana yanga ada baik itu dibsekolah maupun diluar dengan baik , selain itu guru diharapkan kreatif dalam menjalankan pembelajaran agar kebutuhan siswa dapat terpenuhi sesuai dengan tujuan dari k13

      Hapus
  5. banyak permasalahan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, baik dari kompetensi guru tentang kurtilas maupun kesiapan sekolah dalam penyelenggara kurikulum ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap kurikulum pastilah mengalami yang namanya hambatan dalam penerapan, namun dari semua hambatan itu tidak menyurutkan semangat dari penerapan k13 karena semua itu merupakan tantangan yang dapat merubah kualitas pendidikan menjadi lebih baik lagi dari kurikulum sebelumnya.

      Hapus
  6. Bagaimana cara kita mengatasi guru yang belum memahami kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 ? 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya bisa dilakukan dengan cara memberikan pelatihan tentang penerapan kurikulum13, selain itu bimbingan motivasi dan kontrol dari kepalah sekolah maupun dinas terkait sangat menentukan tingakat keberhasilan dari penerapan k13 tersebut.

      Hapus
  7. Kalau semua rangkai di jalani dg baik oleh seorang guru,, mudah-mudahan guru tidak kesulitan dalam mengimplementasikan k13 ini. penilaian pun begitu,Intinya ada niat untuk merubah diri menjadi lebih baik.Terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat setuju pak, berubah dari zona aman memang sangat berat, tetapi semua perubahan itu harus dilakukan agar kualitas pendidikan menjadi lebih baik lagi

      Hapus
  8. Perubahan kurikulum jika disikapi oleh guru dari sisi positif dan ikhlas dlm menjalankannya tentunya apa pun tantangan yang ada dlm kurikulum tsb akan bisa di atasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat pak jika semua tenaga pendidik melakukan hal ini maka semua kendala dalam k13 dapat teratasi dengan baik

      Hapus
  9. Guru adalah sosok kunci peningkatan mutu pendidikan. Nama mereka akan tertulis dalam tinta emas dalam hati sanubari anak-anak didiknya ketika mereka telah lulus. Kepada para guru, selamat menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan melalui ikut berperan aktif menyukseskan implementasi kuirkulum 2013 melalui pembelajaran yang menantang, menyanangkan, dan bermakna bagi setiap siswa.

    BalasHapus
  10. Perubahan itu pasti,apalagi kurikulum pasti akan selalu mengalami perubahan,sebagai pendidik kita harus peka terhadap perubahan yang dikeluarkan oleh pemerintah

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju buk, dengan adanya perubahan maka dunia pendidikan akan jauh lebih berkembang dan maju

      Hapus
  11. Pada poin no.8 saudara mengatakan bahwa pengisian buku rapor belum sempurna,sementara buku rapor itu merupakan bukti siswa tersebut pernah belajar pada jenjang pendidikan tersebut.Jadi bagaimana saudara menyikapinya agar pengisian buku rapor tersebut mencapai kesempurnaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya bisa dilakukan dengan cara mengikuti format yang ada dan menambah lagi ilmu dari pelatihan dan kkg agar pengisian rapor dapat dilakukan dengan baik sesuai aturan dari k13

      Hapus
  12. Agar pendampingan dari pengawas sekolah dapat intensif, pengawasnya harus lebih dahulu diberikan pelatihan, namun saat ini kondisinya terbalik guru diberi pelatihan pengawasnya tidak, demikian .......mksh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ass, sebenarnya itu yang jadi kendala, sebagian dari elemen pendidikan masih ada oknum oknum yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sehingga penerapan k13 menjadi tidak optimal, kerja tanpa adanya pengawasan dan evaluasi tidak akan mencapai titik sempurnah

      Hapus
  13. Pada poin no. 4 di sebutkan bahwa Penilaian otentik belum sepenuhnya dipahami oleh guru, bagaimana cara saudara untuk mengatasi permasalahan tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika dilihat dari sisi pendidik, guru harus melakukan pelatihan lagi tentang k13 agar lebih memahami, jika dilihat dari segi pemberi kebijakan, agar semua elemen dalam k13 diberikan pelatihan dan bimbingan agar penerapan k13 dapat dipahami oleh pelaksana pendidikan

      Hapus
  14. Bagaimanapun menurut bapak pelaksanaan kegiatan kurikulum k13 saat ini??apakah sudah sesuai dengan target yg di buat pemerintah kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, penerapan k13 saat ini sudah hampir berjalan sebagaimana mestinya, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam penerapan masih ditemukan kendala dan hambatan dalam penerapan

      Hapus
  15. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari permasalahn tersebut, fungsi evaluasi pengawasan lebih di tingkatkan lagi, agar tenaga pendidik dapat menjalankan tugasnya dengan baik, selain itu pelatihan harus tetap dilakukan demi terciptanya kualitas pendidikan yang baik

      Hapus
  16. Tanggapan Saudara dengan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik, apakah dijamin hasil pembelajarannya jika dilakukan seorang guru yang baru tahu tentang saintifik , coba jelaskan ketrampilan apa saja yang harus dimiliki guru supaya berhadil dalam melakukan pembelajaran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika seorang guru mengetahui kaedah kaedah saintifik maka penerapan kurikulum akan berjalan dengan baik

      Hapus
  17. Ciri khas Kurikulum 2013 pada jenjang SD/MI adalah menggunakan pendekatan Tematik-Integratif. Jelasakn apa yang dimaksud dengan pendekatan tersebut.

    BalasHapus
  18. Dari permasalah di atas dalam poin ke 2 menurut pendapat anda upaya apa saja yang harus di lakukan pemerintah apabila pendamping pengawas belum intensif?

    BalasHapus
  19. Bagaimana pihak sekolah mengatasi hambatan yang ada dalam pengimplementasian K13 sementara kepala sekolanya saja belum pernah mendapat diklat twntang K13

    BalasHapus
  20. Semua permasalahan dalam peralihan kurikulum ini jangan menjadi kendala dalam proses pembelajaran, maka sebagai guru kesiapan menghadapi peralihan perubahan kurikulum ini tetap menjadi acuan untuk kesuksesan pendidikan

    BalasHapus
  21. Ya...saya setuju...peralihan perubahan kurikulum menjadi acuan untuk kemajuan pendidikan masa yg akan datang...wslm...

    BalasHapus
  22. Kurikulum memegang peranan penting dalam pendidikan,karena kurikulum sebagai penentu arah dan pedoman dengan adanya survei evaluasi kurikulum guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran

    BalasHapus

Evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di Sekolah Dasar

EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Evaluasi kurikulum pada dasarnya adalah sebagai suatu proses menggumpulkan berbagai informas...